Portal berita lokal yang dekat dengan AndaRabu, 04 November 2026
Beranda / Kabupaten Kobar
Kabupaten Kobar

Tanggap Darurat Karhutla, Bupati Kobar Tegaskan Pentingnya Pembangunan Berkelanjutan

24 Oktober 2026 · Administrator · 8 views
Tanggap Darurat Karhutla, Bupati Kobar Tegaskan Pentingnya Pembangunan Berkelanjutan

KOTAWARINGIN BARAT,Pbun24jam— Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Hj. Nurhidayah, menaruh perhatian serius terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang memicu krisis lingkungan serta berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Mengingat wilayah Kobar kaya akan kawasan hutan dan lahan gambut yang sangat rentan terbakar saat musim kemarau panjang, pemerintah daerah bergerak cepat menyeimbangkan perlindungan lingkungan dengan stabilitas ekonomi warga.

Langkah tegas ini diambil seiring ditetapkannya status Tanggap Darurat Karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat. Pemkab Kobar mengoptimalkan pengerahan personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga para relawan. Selain pengerahan tim di lapangan, percepatan serapan Dana Bantuan Tidak Terduga (BTT) juga dilakukan demi memastikan kebutuhan logistik dan operasional pemadaman terpenuhi secara akuntabel.

Salah satu poin utama yang menjadi fokus perhatian Bupati Nurhidayah adalah ancaman kebakaran yang merangsek ke area krusial, termasuk kawasan penyangga Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) dan Hutan Kemasyarakatan (HKM) Masoraian.

Untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati yang menjadi paru-paru dunia tersebut, Pemkab Kobar terus bersinergi intensif dengan pemerintah pusat dan Kementerian Kehutanan.

Meski pemadaman terus dilakukan, Bupati menekankan bahwa penanggulangan Karhutla tidak boleh hanya bersifat reaktif saat api sudah membesar.

"Penguatan mitigasi jangka panjang harus diprioritaskan melalui edukasi masyarakat, deteksi dini, pengawasan intensif, serta menjaga kelestarian ekosistem gambut agar tidak rusak secara permanen," tegas Nurhidayah.

Dampak Karhutla di Kobar telah meluas ke berbagai sektor kehidupan. Kabut asap pekat tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga mulai melumpuhkan mata pencaharian warga. Aktivitas ekonomi di luar ruangan terganggu, dan jadwal penerbangan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun sempat terdampak akibat jarak pandang yang terbatas.

Oleh karena itu, percepatan penanganan bencana ini dinilai sangat krusial agar tidak melumpuhkan roda perekonomian dan pembangunan di Kabupaten Kotawaringin Barat. Bagi Pemkab Kobar, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari kemampuan menjaga kelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan demi generasi mendatang(SAN/Pbun24jam).

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAHGUBERNUR KALIMANTAN TENGAHVISI MISI KALIMANTAN TENGAHVISI MISI KALIMANTAN TENGAH

Berita terkait